Rabu, 23 November 2011

Rumah Gadang

Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjung.[1].
Rumah dengan model ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan, Malaysia. Namun demikian tidak semua kawasan di Minangkabau (darek) yang boleh didirikan rumah adat ini, hanya pada kawasan yang sudah memiliki status sebagai nagari saja Rumah Gadang ini boleh didirikan. Begitu juga pada kawasan yang disebut dengan rantau, rumah adat ini juga dahulunya tidak ada yang didirikan oleh para perantau Minangkabau.
Rumah Gadang sebagai tempat tinggal bersama, mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri. Jumlah kamar bergantung kepada jumlah perempuan yang tinggal di dalamnya. Setiap perempuan dalam kaum tersebut yang telah bersuami memperoleh sebuah kamar. Sementara perempuan tua dan anak-anak memperoleh tempat di kamar dekat dapur. Gadis remaja memperoleh kamar bersama di ujung yang lain.
Seluruh bagian dalam Rumah Gadang merupakan ruangan lepas kecuali kamar tidur. Bagian dalam terbagi atas lanjar dan ruang yang ditandai oleh tiang. Tiang itu berbanjar dari muka ke belakang dan dari kiri ke kanan. Tiang yang berbanjar dari depan ke belakang menandai lanjar, sedangkan tiang dari kiri ke kanan menandai ruang. Jumlah lanjar bergantung pada besar rumah, bisa dua, tiga dan empat. Ruangnya terdiri dari jumlah yang ganjil antara tiga dan sebelas.
Rumah Gadang biasanya dibangun diatas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku/kaum tersebut secara turun temurun[2] dan hanya dimiliki dan diwarisi dari dan kepada perempuan pada kaum tersebut[3]. Dihalaman depan Rumah Gadang biasanya selalu terdapat dua buah bangunan Rangkiang, digunakan untuk menyimpan padi. Rumah Gadang pada sayap bangunan sebelah kanan dan kirinya terdapat ruang anjung (Bahasa Minang: anjuang) sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat penobatan kepala adat, karena itu rumah Gadang dinamakan pula sebagai rumah Baanjuang. Anjung pada kelarasan Bodi-Chaniago tidak memakai tongkat penyangga di bawahnya, sedangkan pada kelarasan Koto-Piliang memakai tongkat penyangga. Hal ini sesuai filosofi yang dianut kedua golongan ini yang berbeda, salah satu golongan menganut prinsip pemerintahan yang hirarki menggunakan anjung yang memakai tongkat penyangga, pada golongan lainnya anjuang seolah-olah mengapung di udara. Tidak jauh dari komplek Rumah Gadang tersebut biasanya juga dibangun sebuah surau kaum yang berfungsi sebagai tempat ibadah, tempat pendidikan dan juga sekaligus menjadi tempat tinggal lelaki dewasa kaum tersebut yang belum menikah.

Arsitektur

Rumah adat ini memiliki keunikan bentuk arsitektur dengan bentuk puncak atapnya runcing yang menyerupai tanduk kerbau dan dahulunya dibuat dari bahan ijuk yang dapat tahan sampai puluhan tahun[3] namun belakangan atap rumah ini banyak berganti dengan atap seng.
Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bahagian muka dan belakang. Dari bagian dari depan Rumah Gadang biasanya penuh dengan ukiran ornamen dan umumnya bermotif akar, bunga, daun serta bidang persegi empat dan genjang[1]. Sedangkan bagian luar belakang dilapisi dengan belahan bambu. Rumah tradisional ini dibina dari tiang-tiang panjang, bangunan rumah dibuat besar ke atas, namun tidak mudah rebah oleh goncangan[1], dan setiap elemen dari Rumah Gadang mempunyai makna tersendiri yang dilatari oleh tambo yang ada dalam adat dan budaya masyarakat setempat.
Pada umumnya Rumah Gadang mempunyai satu tangga yang terletak pada bagian depan. Sementara dapur dibangun terpisah pada bagian belakang rumah yang didempet pada dinding.

[sunting] Ukiran

Ragam ukir khas Minangkabau pada dinding bagian luar dari Rumah Gadang
Pada bagian dinding Rumah Gadang di buat dari bahan papan, sedangkan bagian belakang dari bahan bambu. Papan dinding dipasang vertikal, sementara semua papan yang menjadi dinding dan menjadi bingkai diberi ukiran, sehingga seluruh dinding menjadi penuh ukiran. Penempatan motif ukiran tergantung pada susunan dan letak papan pada dinding Rumah Gadang.
Pada dasarnya ukiran pada Rumah Gadang merupakan ragam hias pengisi bidang dalam bentuk garis melingkar atau persegi. Motifnya umumnya tumbuhan merambat, akar yang berdaun, berbunga dan berbuah. Pola akar biasanya berbentuk lingkaran, akar berjajaran, berhimpitan, berjalinan dan juga sambung menyambung. Cabang atau ranting akar berkeluk ke luar, ke dalam, ke atas dan ke bawah.
Disamping motif akar, motif lain yang dijumpai adalah motif geometri bersegi tiga, empat dan genjang. Motif daun, bunga atau buah dapat juga diukir tersendiri atau secara berjajaran.

Kebudayaan nasional

Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
“ Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bai Masyarakat Pendukukungnya, Semarang: P&K, 199 ”
kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.
Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.[1]

Senin, 24 Oktober 2011

LEMBAGA KEMASYARAKATAN


Lembaga Kemasyrakatan
Lembaga kemasyarakatan ialah himpunan norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat. Dapat dikatakan bahwa lembaga kemasyarakatan merupakan himpunan norma-norma segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat.
Tujuan lembaga Kemasyarakatan
  • Memberikan pedoman kepada masyarakat bagaimana cara bersikap dan bertingkah laku.
  • Menjaga keutuhan masyarakat.
  • Memberikan pegangan kepada masyarakat tentang kontrol sosial.
Proses Pertambahan Lembaga Kemasyarakatan
1 .Norma –norma masyarakat
Norma-norma yang ada di dalam masyarakat , mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. Ada norma yang lemah, yang sedang sampai yang terkuat daya ikatnya.
Ada 4 pengertian norma ( di mana dasar norma tersebut sama , yaitu memberikan pedoman bagi seseorang untuk bertingkah laku dalam masyarakat) yaitu :
  1. Cara (usage) menunjuk pada suatu bentuk perbuatan
  2. Kebiasaan ( folkways) adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama
  3. Tata kelakuan ( mores) merupakan kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur.
  4. Adat Istiadat ( customs) adalah tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Ada hukuman bila salah seseorang melanggar norna adat istiadat.
Proses yang terjadi dalam rangka
pembentukannya sebagai lembaga kemasyarakatan yaitu sebagai berikut:
  • Proses pelembagaan ( institutionalization), yakni suatu proses yang dilewati oleh suatu norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga kemasyarakatan.
  • Norma- norma yang internalized artinya proses norma- norma kemasyarakatan tidak hanya berhenti sampai pelembagaan saja, tetapi mendarah daging dalam jiwa anggota –anggota masyarakat.
Anggota masyarakat taat pada norma yang berlaku , diciptakan sistem pengendalian sosial , yang bersifat : preventif dan represif.
Social Control
Suatu proses pengadilan sosial dapat dilaksanakan dengan berbagai cara yang pada pokoknya berkisar pada cara-cara tanpa kekerasan (persuasive) ataupun dengan paksaan (Coersive). Cara mana yang sebaiknya diterapkan sedikit banyaknya juga tergantung pada faktor terhadap siapa pengendalian sosial tadi hendak diperlakukan dan didalam keadaan yang bagaimana. Didalam keadaan masyarakat yang secara relatife berada pada keadaan yang tentram, maka cara-cara persuasive mungkin akan lebih efektif dari pada penggunaan paksaan.
Karena didalam masyarakat yang tentram sebagian kaidah-kaidah dan nilai-nilai telah melembaga atau bahkan mendarah daging didalam diri warga masyarakat. Keadaan demikian bukanlah dengan sendirinya berarti bahwa paksaan sama sekali tidak diperlukan. Betapa tentram dan tenangnya suatu masyarakat, pasti akan dijumpai warga-warga yang melakukan tindakan-tindakan menyimpang.terhadap mereka itu kadang-kadang diperlukan paksaan, agar tidak terjadi kegoncangan-kegoncangan pada ketentraman yang telah ada.
Paksaan lebih sering diperlukan didalam masyarakat yang berubah, karena didalam keadaan seperti itu pengendalian social jugaberfungsi untuk membentuk kaidah-kaidah baru yang menggantikan kaidah-kaidah lamayang telah goyah. Namun demikian, cara-cara kekerasan ada pula batas – batasnya dan tidak selalu dapat diterapkan, karena biasanya kekerasan atau paksaan akan melahirkan reaksi negative, setidaknya secara potensial.
Reaksi yang negative akan selalu mencari kesempatan dan menunggu dimana saat Agent Of Social Control berada didalam keadaan lengah. Bila setiap kali paksaan diterapkan, hasilnyabukan pengendalian social yang akan melembaga, tetapi cara paksaanlah yang akan mendarah daging serta berakar kuat.
Ciri – Ciri Umum dan Tipe Lembaga Kemasyarakatan
Ciri – ciri umum lembaga kemasyarakatan :
Gillin dan Gillin di dalam karyanya yang berjudul general Features Of social institutions, telah menguraikan beberapa cirri umum lembaga kemasyarakatan yaitu sebagai berikut:
  1. Suatu lembaga kemasyarakatan adalah organisasi pola-pola pemikiran dan pola-pola prilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
  2. Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri dari semua lembaga kemasyarakatan. Sistem-sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan, baru akan menjadi bagian lembaga kemasyarakatan setelah melewati waktu yang relative lama.
  3. Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu. Mungkin tujuan-tujuan tersebut tidak sesuai atau sejalan dengan fungsi lembaga yang bersangkutan, apabila dipandang dari susut kebudayaan secara keseluruhan. Pembedaan antara tujuan dengan fungsi sangat penting oleh karena tujuan suatu lembaga adalah tujuan pula bagi golongan masyarakat bersangkutan pasti akan berpegang teguh kepadanya. Sebaliknya fungsi social lembaga tersebut, yaitu peranan lembaga tadi dalam sistem sisial dan kebudayaan masyarakat, mungkin tak diketahui atau disadari golongan masyarakat tersebut. Mungkin fungsi tersebut baru disadari setelah diwujudkan dan kemudian ternyata berbeda dengan tujuannya. Umpama lembaga perbudakan, ternyata bertujuan untuk mendapatkan tenaga buruh yang semurah-murahnya, tetapi didalam pelaksanaan ternyata sangat mahal.
  4. Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga bersangkutan, seperti bangunan, paralatan , mesin, dan lain sebagainya. Bentuk serta cara penggunaan alat-alat tersebut biasanya berlainan antara satu masyarakat dengan masyarakat lain.
  5. Lambang-lambang biasanya juga merupakan cirri khas dari lembaga kemasyarakatan. Lambang-lambang tersebut secara simblis menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan.
  6. Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai tradisi tertulis ataupun yang tidak tertulis, yang merumuskan tujuannya, tata tertib yang berlaku dan lain-lain. Tradisi tersebut merupakan dasar bagi lembaga itu didalam pekerjaannya memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat, dimana lembaga kemasyarakatan tersebut menjadi bagiannya.
Tipe Lembaga Kemasyarakatan :
Tipe-tipe lembaga kemasyarakatan, dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut. Menurut Gillin dan Gillin, lembaga-lembaga kemayarakatan tadi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  1. Grescive institutions dan Enacted Institutions, disebut juga sebagai lembaga primer, merupakan lembaga-lembaga yang secara tidak sengaja tumbuh dari adapt istiadat masyarakat.
  2. Dari sudut sistem nilai-nilai yang diterima masyarakat, timbul klasifikasi atas Basic Institutions dan Subsidiary Institutions. Basic Institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat.
  3. Dari sudut penerimaan masyarakat dapat dibedakan Approved atau Social Sanctioned – Institutions dengan Unsanctioned Institutions. Approved atau Social Sanctioned Institutions, adalah lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang dan lain-lain. Sebaliknya adalah Unsanctioned Institutions yang ditolak oleh masyarakat, walaupun masyarakat kadang-kadang tidak memberantasnya. Misalnya kelompok penjahat, pemeras, pencoleng dan sebagainya.
  4. Pembedaan antara General Institutions dengan restricted Institutions, timbul apabila klasifikasi tersebut didasarkan pada faktor-faktor penyebarannya. Misalnya agama merupakan suatu General Institutions, karena dekenal oleh hampir semua masyarakat dunia. Sedangkan agama-agama Islam, Protestan, Katolik, Budha dan lain-lainnya, merupakan restricted Institutions, oleh karena dianut oleh masyarat-masyarakat tertentu didunia ini.
  5. Berdasarkan fungsinya terdapat pembedaan Operative Institutions dan regulative Institutions. Yang pertama berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misalnya lembaga industrialisasi. Yang kedua, bertujuan untuk mengawasi adat-istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu sendiri. Suatu contoh adalah lembaga-lembaga hukum seperti kejaksaan, pengadilan dan sebagainya.

Ingin Sehat, Pakai Pengharum Ruangan Alami

Ingin Sehat, Pakai Pengharum Ruangan Alami, pengharum ruangan
Ruangan yang lembab dan pengap memang tidak nyaman untuk ditampati. Sering kita menggunakan pengharum ruangan yang banyak beredar di pasaran. Tentu saja hal ini kurang baik bagi kesehatan. Karena terbuat dari bahan kimia yang berbahaya.
Hasil beberapa penilitian menunjukkan, bahwa orang yang tiap harinya menghirup udara yang tercampur dengan pengharum ruangan, bisa menderita sakit. Seperti sakit kepala, diare, sampai depresi. Karena pengharum ruangan itu akan menghasilkan racun jika bertemu ozon (salah satu bentuk oksigen).
Zat kimia itu adalah formaldehyde ( lebih dikenal sebagai karsinogen dan menyebabkan iritasi pada alat pernapasan. Demikian juga hydrogen piroksida, Aerosol, serta acetaldehyde. Ozone disekitar ruangan kita bisa dihasilkan dari seperti pembersih udara, printer, atau mesin photo copy.

Lantas apa yang sebaiknya dilakukan ?

Perhatikan Ozone:
Jangan menyemprotkan pengaharum ruangan dengan aroma pinus atau lemon, terlebih jika udara di luar tingkat polusinya tinggi.
Jika sedang menyemprotkan pengharum ruangan, jangan mengoperasikan peralatan seperti tersebut diatas.

Usir bau dengan cara:
Buka jendela anda selebar mungkin.
Singkirkan sumber bau busuk, seperti sampah.
Letakkan tanaman hias, karena akan membantu menghilangkan CO2 dan racun lainnya.
Pakai teh hijau untuk penyegar ruangan.

Gunakan pengaharum alami:
Air hasil rebusan cengkeh, kayu manis, dan jahe.
Rebuslah air yang dicampur minyak wangi hasil alam, seperti minyak bunga melati.
Pajang bunga kering.

Semoga bermanfaat………..!

INDUSTRI GENTING


Genting salah properti yang digunakan sebagai atap rumah. Khusunya masyarakat jawa masih melekat kebiasan menggunakan genting yang terbuat dari tanah liat. Seiring perkembangan zaman yang begitu cepat genting yang terbuat dari tanah liat sedikit tersampingkan dengan genting yang terbuat dari bahan yang kualitasnya lebih bagus. Genting yang berbahan baku dari tanah liat bukanya kalah bersaing dengan genting yang produk baru tetapi hanya salah pengimplementasian strategi pemasaran. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan genting yag berbahan baku tanah liat :
strategi pemasaran agar tercipta kualitas genting yang baik :
  1. Pemilihan lokasi industri
Pemilihan lokasi industri merupakan hal pertama yang harus diperhatikan dalam pembuatan genting. Lokasi industri yang baik apabila dekat dengan bahan baku yang akan digunakan dalam proses pembuatan genting. Area sawah merupakan kawasan yang tepat dalam pembuatan genting agar dapat menghasilkan kualitas yang baik. Dapat kita kaji lebih jauh antara produksi genting yang dekat dengan bahan baku dengan yang jauh dari bahan baku. Jika dekat dengan bahan baku : bahan baku yang digunakan masih baru bisa dikatakan masih segar karena diambil langsung dari alam dan dapat dilakukan pemrosesan tanpa harus menunggu waktu lama. Jauh dari bahan baku : bahan baku yang digunakan harus diangkut terlebih dahulu ke tempat pemrosesan sehingga membutuhkan waktu lama serta dampak lainnya bahan baku sudah tidak segar dan efisiensi waktu terhambat.
  1. Kualitas tenaga kerja
Tenaga kerja merupakan hal kedua yang harus diperhatikan apabila menginginkan kualitas genting yang baik. Tanpa tenaga kerja yang terampil dan ahli, genting yang memilik kualitas yang baik tidak akan tercipta. Untuk itu tenaga kerja yang digunakan harus ahli, trampil serta bekerja keras. Tenaga kerja yang belum terampil dalam pembuatan produk dapat kita atasi dengan memberikan pelatihan.
  1. Penetapan sasaran pasar
Sasaran pasar perlu ditetapkan terlebih dahulu agar strategi pemasaran dapat lebih terarah pada sasarannya. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan sebagai dasar penilaian masing – masing segmen pasar :
  1. Luas dan pertumbuhan segmen pasar
Industri tersebut harus memperhatikan serta melihat perkiraan luas pasar, pertumbuhan dan keuntungan pasar serta proyeksi di masa depan. Luas dan pertumbuhan pasar yang tinggi memang menarik, tetapi memerlukan usaha dan sumber daya yang tinggi pula.
  1. Struktur pasar
Potensial pasar menunjukan kemampuan pasar memberikan hasilnya bagi perindustrian. Komponen struktur pasar meliputi : situasi persaingan, pengaruh pemasok, dan kekuatan pembeli.
  1. Tujuan dan kapasitas perindustrian
Tujuan serta kemampuan perindustrian untuk menguasai sasaran pasar. Oleh karena itu, tidak hanya analisis eksternal yang diperlukan, tetapi juga diperlukan analisis internal pada suatu perindustrian.
  1. Penetapan lokasi pemasaran
Penetapan lokasi pemasaran akan berdampak terhadap kelangsungan industri di masa dpan untuk itu kita harus memperhatikan lokasi pemasaran yang tepat. Lokasi yang strategis dalam pemasaran produk merupakan idaman suatu sistem usaha, tidak hanya itu saja kita harus memperhatikan prospek di kawasan tersebut. Di kawasan ibukota minat terhadap genting yang menggunakan bahan baku tanah liat sudah jarang didapatkan mayoritas orang perkotaan lebih memilih genting yang berbahan seperti asbes yang mempunyai warna lebih menarik dan tekstut yang indah. Kawasan jawa merupakan lokasi yang tepat salam pemasaran genting. Masyarakat jawa pada umumnya menggunakan genting yang berbahan baku dari tanah liat sebagai atap rumahnya. Selain lebih kuat, genting tersebut juga menawarkan harga yang terjangkau bagi masyarakat jawa apalagi di pedesaan.

Tips Sederhana Bahagiakan Hidup Anda

Banyaknya tanggung jawab seringkali menjauhkan Anda dari jalur menuju hidup bahagia. Ikuti Langkah sederhana berikut untuk menemukan gairah hidup dan menjadi lebih sehat dan semangat.


1.Luangkan waktu untuk berolahraga
Ssetidaknya 10 menit tiap hari cukup dengan gerakan ringan dan sederhana, kondisi Anda akan menjadi lebih baik.


2.Hargai waktu santai
Saat membuat to-do-list harian, jangan lupa memasukkan favorit Anda. Jika merasa kurang waktu, coret kegiatan yang menyita waktu dan tidak meningkatkan kualitas hidup.


3.Bangun kekuatan dan rasa percaya diri
Semua orang memiliki kelebihan tersendiri, termasuk anda.

4.Usir stress
Kurangi stress dengan menarik napas dalam-dalam dari hidung dan hembuskan lewat mulut. Ulangi sampai tiga hingga empat kali sehari agar lebih banyak oksigen masuk dalam aliran darah. Latihan ini akan membuat Anda tenang.


5.Berbagi kebahagiaan
Berbagi kebahagiaan dengan orang lain mampu menambah kenyaman hidup seseorang. Kegiatan ini baik untuk kesehatan emosi dan Anda dapat belajar hal baru.


6.Hormati orang sekitar
Tertawalah bersama keluarga atau teman-teman Anda sekali atau dua kali sebulan. Tertawa menurunkan tekanan darah dan melepaskan endorphin, hormon pemicu rasa sakit. Terbuka dan berbagi kepercayaan bersama mereka membantu Anda tetap memegang perspektif hidup.

Semoga Bermanfaat.

Lagi, Manfaat Cuka


Tempatnya memang didapur, tetapi cuka tak hanya untuk bahan membuat acar. Banyak kegunaan cuka yang jauh dari urusan makanan.
Salah satunya sebagai bahan pembersih yang ramah lingkungan dan murah meriah. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membersihkan Jendela
Campur dua sendok makan cuka putih dengan segalon air. Masukkan dalam botol semprot. Semprotkan ke permukaan jendela lalu gosok dengan kertas koran. Jangan gunakan kertas tisu karena bisa menggores kaca.

  1. Menghilangkan noda pakaian
Campur 1/3 bagian cuka dengan 2/3 baian air. Siramkan pada noda yang akan dihilangkan lalu gosok dengan kain bersih. Ulangi hingga semua noda hilang, kemudian cuci seperti biasa. Cuka juga bisa membuat warna pakaian lebih cemerlang, baik untuk pakaian berwarna maupun yang putih. Selain itu, cuka juga membuat pakaian beraroma lebih segar.

  1. Membersihkan karpet
campuran antara satu bagian cuka, sedikit air lemon, dan delapan bagian air suling mampu meleyapkan noda pada karpet.

  1. Membersihkan buah
Cuka juga membantu mengusir sisa bakteri dan pestisida dari buah dan sayur. Campur tiga bagian air dengan satu bagian cuka. Lalu semprotkan pada buah dan sayur yang akan dikonsumsi.

  1. Menghilangkan bekas lem dan karat

  1. Melawan cegukan dan kram
Jika Anda sering mengalami kram pada kaki saat malam hari, minuman ini bisa dicoba. Campur satu sendok makan cuka apel, satu sendok teh madu, dan secangkir air panas. Minum sebelum tidur.Beberapa orang mengaku mengatasi cegukan dengan menenggak satu sendok makan cuka.